SURABAYA - gardajatim.my.id - 18 Desember 2025 - Kegiatan penerimaan laporan hasil pendidikan semester ganjil kelas X SMK Negeri 8 jalan Kamboja 18 ketabang kec .Genteng kota Surabaya menjadi momen penting bagi sekolah dan orang tua walimurid untuk memperkuat silaturahmi serta kerja sama. Acara ini juga dirangkaikan dengan sosialisasi program sekolah tahun ajaran 2025–2026, yang dihadiri oleh kepala sekolah , wakil Kepala Sekolah, wali kelas, serta orang tua wali murid dari berbagai kompetensi keahlian. Kehadiran orang tua wali murid menunjukkan komitmen bersama dalam mendukung pendidikan putra-putri mereka.
Bagi orang tua siswa kelas X, kegiatan ini merupakan pengalaman pertama menerima laporan pendidikan anaknya di lingkungan SMK Negeri 8 Surabaya. Sekolah menyambut para orang tua wali murid sebagai bagian dari keluarga besar SMK Negeri 8 Surabaya. "Meskipun kegiatan ini baru dapat dilaksanakan pada bulan Desember, pihak sekolah menyampaikan permohonan maaf karena padatnya agenda sekolah, seperti pelatihan guru, pelatihan siswa, sertifikasi kompetensi, serta berbagai lomba akademik dan nonakademik " ujar widyana kusuma Wardhani kepala sekolah SMK Negeri 8 Surabaya .
Selain pembagian rapor, sekolah juga menyampaikan hasil psikotes siswa kelas X yang telah dilaksanakan bekerja sama dengan Lembaga Psikologi Bina AC Yogyakarta. Psikotes ini bertujuan untuk mengetahui kondisi psikologis siswa sejak awal pembelajaran, meliputi tingkat kecerdasan (IQ), minat dan bakat, serta gaya belajar masing-masing siswa. Data ini menjadi dasar penting dalam proses pembelajaran dan pendampingan siswa selama menempuh pendidikan di SMK.
Hasil psikotes tersebut diharapkan dapat membantu orang tua memahami karakter dan potensi anak secara lebih mendalam. Dengan mengetahui gaya belajar—apakah auditori, visual, atau kinestetik—orang tua dapat menyesuaikan pola pendampingan belajar di rumah. Demikian pula dengan hasil IQ, yang memiliki kategori tertentu, mulai dari rata-rata hingga sangat cerdas, sehingga penanganan dan pengembangannya dapat dilakukan secara tepat.
Lebih lanjut kepala sekolah.SMK negeri 8 menegaskan bahwa wali kelas dan guru Bimbingan Konseling memiliki tanggung jawab besar dalam mendampingi siswa hingga lulus, baik untuk melanjutkan pendidikan, memasuki dunia kerja, maupun berwirausaha. Namun demikian, keberhasilan pendidikan tidak dapat dicapai oleh sekolah saja. Peran aktif orang tua tetap menjadi faktor utama dalam mengawal perkembangan akademik dan karakter siswa.
Melalui kegiatan ini, sekolah mengajak seluruh orang tua untuk terus bersinergi dan bersemangat bersama. Pendidikan adalah tanggung jawab bersama antara orang tua, sekolah, dan masyarakat. Dengan komunikasi yang baik dan kerja sama yang kuat, diharapkan putra-putri SMK Negeri 8 Surabaya dapat berkembang secara optimal dan siap menghadapi masa depan dengan percaya diri.
(Slamet)
